Kuningnya Perpisahan

Jumat, 09 Februari 2018
Bengkulu, 4 Januari 2018 . 
Pagi ini rerintik hujan membangunkanku, 
sudah siapkah aku mengawali hari ini.. . 

Pagi ini rerintik hujan membangunkanku, 
sudah siapkah aku menjalani hari ini,.. 

Pagi ini rerintik hujan membangunkanku, dengan penuh rasa dan mengharukan.. . 
Sebaris pesan berisikan mama sudah tiada, . 

Hati bergetar, teringat semua akan perjumpaan dan apa saja yg pernah kita obrolkan.. . 
Kepala tertunduk, seraya mengangkat tangan di sajadah yang belum sempat kututup,.

 Rerintik hujan mengharu biru mengantarkanku mengingat bendera kuning yang akan terpasang di depan rmh sahabatku, . 
Belum genap seminggu lebih rasanya, kita berjumpa ma, kala itu aku berpamitan padamu,ma.. 
Mama tak lagi mampu menjawab pamitku seperti biasanya.. . 
Dan hari ini mama telah tiada untk selamanya, . 

Mama adalah mama terkuat dan mama terhebat.. . 
Ma, mama pasti bangga dengan anak2 mama, terutama sahabatku, ia begitu kuat ma, . 
Senyumnya menyambut kedatangan kami di depan masjid itu sangatlah luar biasa, 
Aku tak tahu bagaimana ia bisa sekuat itu hari ini ma, 
Namun aku percaya Allah memberikannya kekuatan lebih untuk ini ma.. .

Sahabatku, Allah sangat sayang mama,
Allah tak rela mama sakit terlalu lama lagi, dan sekarang mama tidak sakit lagi sayang, 
semoga Allah tempatkan mama di syurgaNYA dan kita bsa berkumpul kembali di syurgaNYA aamiiin.. . 
Hujan akan berlalu mentari akan bersinar kembali.. 

Teruslah buat mama bangga padamu sayang,
 teruslah kuat dan tegar dan hubungi selalu kami di saat2mu.. . 
"Allahuma firlaha warhamha waafihi wafuanha" . 
Kita tak pernah tahu kapan waktu kitakan tiba, perbaiki ibadah dan teruslah beramal baik sbgai bekal kita nantinya, kita pastikan mengalaminya hanya saja waktunya rahasia.. . . 

Teruntuk sahabat tersayang, teruslah mendoakan mama dan tetaplah kuat sekuat kuatnya, 
tegar setegarnya.. Kami selalu ada untukmu sayang.. 

@30haribercerita #30hbc2018 #30hbc1804#sad
Posting Komentar

Auto Post Signature

Auto Post  Signature