Image Slider

Bersyukur Membuat Senyum memiliki Sebab

Tuesday, June 11, 2019

11 Juni 1993 tepat 26 tahun yang lalu dimana aku bahagia untuk pertama kalinya menikmati dunia yang baru saja akan aku kenali dan masih belum mengerti banyaknya rasa-rasa dan pilihan yang harus diperjuangkan..

Sekarang 11 Juni 2019 tepat 26 tahun yg pertama aku mulai menikmati kembali setiap rasa dan pilihan serta perjuangan baru yang mulai akan dihadapi dengan banyak bekal dari 25 tahun yg lalu, mungkin akan ringan dengan bermodalkan bekal atau malah sebaliknya, sungguh aku tak pernah tahu, yang aku tahu Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hambanya. 

Alhamdulillah, sekarang di umur yang cukup membuat pikiran lebih matang beberapa impian tercapai perlahan, memang tak ada semua yang instan karena merasakan perjuangan dan kegagalan secara bersamaan cukup membuat jiwa raga lega merasakan sebuah keberhasilan mencapai impian.

Menunjukan sebuah keberhasilan bukanlah maksud hati untuk memamerkan apalagi menyombongkan, apalah aku manusia biasa yang tak secuilpun bisa disombongkan dihadapan Allah, Sang Maha Segalanya memiliki  dunia dan seisinya serta Akhirat yang kekal selamanya.  
Menunjukan sebuah keberhaasilan adalah cara bagaima aku menghargai setiap perjuangan yang telah dilakukan dengan tujuan sama untuk memotivasi lebih baik lagi kedepan, memang setiap kita tak akan pernah sama nemilai tapi versiku adalah untuk hal demikian..

Masih banyak impian yang belum bisa terlaksanakan karena itu terus berjuang adalah langkah nyata yang tak boleh surut apalagi berhenti. Semoga semua perjuangan berbuah manis untuk kedepan yang lebih baik aamiin.,


Untuk sebuah pertanyaan dan permintaan yang belum bisa aku beri jawaban, mohon di doakan jangan sungkan tuk memberis saran, karena sejatinya akupun membutuhkan kalian, dan untuk setiap yang mengabaikan, aku berterima kasih setidaknya aku paham mana teman mana lawan mana masa depan mana mantan dan mana pura-pura memperhatikan..

Aku tak pernah risau dengan semua yang kalian lakukan yang katanya teman, aku tak sungkan mengikuti ajakan jika senggan tapi bila kaliann enggan aku tak akan menmaksakan, karena sejatinya aku hanya ingin berkawan bukan bermusuhan sampai ke masa depan.

Berdamai dengan diri sendiri dan keadaan adalah hal lama yang sejak dulu terus kulakukan karena  26 tahun setidaknya telah banyak mengajarkan betapa semua nyatanya ada yg sama bahkan tak berlawanan,.. 

26 tahunn sudah umurku bertambah dan sisa umurku berkurang itu tandanya hidupku di dunia yang hanya sementara ini semakin sedikit yang tersisa, semoga aku mkin baik mempersiapkan bekal untuk akhirat yang kekal, bantu aku untuk nanti kita bisa bersamaan di Syurganya Allah..
Setiap kita memiliki sebab mengapa sampai saat ini masih bisa menikmati semua kenikmatan dunia yang dengan bersyukur kepadanya sebagai tanda  terima kasih kita pada Allah,,

Karena hal ringan seperti di bawah ini saja memiliki sebab apalagi hidup yang nano-nano rasanya kita jalani masa masih enggan bersyukur,,,

Mana mungkin ada senyum tanpa sebab, karena berpura-pura tersenyumpun ada sebabnya,, 

Tapi selalu ada syukur atas semua sebab, bahkan terkadang bersyukurlah membuat senyum memiliki sebab, 


Mari perbanyak syukur, jangan kufur..
Allhamdulillah  untuk 26 tahun dan sisa umur kedepan yang  rahasia sampai dipertemukan denganNYA^_^

Bengkulu, 11 Juni 2019

Garis Wktu Fiersa Besari

Tuesday, June 4, 2019


"Dan Soal aku, jangan khawatir. Alam semesta mempunyai rencana yg lebih besar untukku" ⁣

"Cinta bukan melepas, tapi merelakan. ⁣
Bukan memaksa, tapi memperjuangkan. ⁣
Bukan menyerah, tapi mengikhlas. ⁣
Bukan merantai, tapi memberi sayap. "⁣

" Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau ingin melompat mundur pada Titik2 kenangan tertentu. Namun tiada guna, garis waktu tak akan memperlambat gerakannya barang sedetikpun. Ia hanya mampu maju, dan terus maju. Dan mau tidak mau kita harus ikut terseret dalam alurnya"⁣

Baris-baris kata dari @fiersabesari
Di buku Garis Waktu membawa sedikit tergores luka lama tapi di akhirnya ia menguatkan puing2 rapuh lalu membantu menghilangkan bekasnya... ⁣

Buku pertama fiersa yg kubaca tahun ini. ⁣

Secara keseluruhan keren ni buku, dan untuk kalian yg tak siap masuk kedalam kisahnya, berteman baper dan rasa luka lantas merangkak tuk maju dan berjuang tuk kedepan. ⁣

Tak kusarankan membacanya.. ⁣

Untuk kalian yg pernah terluka, tersakiti, tentang sebuah rasa yg tak terbalaskan dan siap dgn semua yg sudah kukatakan, 
buku ini sangat REKOMENDED untuk dibaca, bukan hanya kalian yg merasakan betapa2nya tapi ada kisah yg jauh lbh dri kalian masih ada dan ia bisa bangkit, so, whats wrong with you cant survive? ⁣

#BukuKece #reviewgariswaktu@mediakita

Hujan by Tere Liye

Monday, June 3, 2019


Bengkulu, 19 Mei 2018

Dua hari berlalu sejak hari itu, kepalaku terasa berat dahi-dahi seperti ditimpa banyak batuan besar ia memaksa untuk berhenti berfikir, berhenti mengingat, berhenti berasumsi serta berhenti menulis. 
Ia juga seakan menjepit saraf mata memaksa tuk rehat dari segala rutinnitas yg terus tiada henti di lalui.. Sungguh ingin sedikit terlelap agar segera pulih dan sehat, hanya saja tuk sekejap terlelap kepala ini sungguh terasa berat sulit tuk terlelap. 

Hingga kuhabiskan dua vitamin membantu tuk sekejap rehat dan lupa rasanya tak sehat. 
Hari ini adalah hari puasa terberat sepanjang yg pernah kualami, karena tidak pernh seblmny seperti ini bukan soal mengeluh apalagi pamer ttg hal ini, karena hal ini jg mengajarkanku banyak hal serta arti pentingnya sehat sebelum sakit dan sakit sebelum mati. Bukan mengeluh yg harus kita lakukan tpi bersyukurlah yg hrus diperbanyak karena Allah masih berikan rasa sakit untk mengguri dosa2 kita trdahulu bila hambanya ridho..


Hari ini panas menggeliat, awan cerah, bahkan terik mentari seakan tak ada yg akan menghalanginya. 
Siapa kira hujan akan turun di tengah sore, dengan di temani gemuruh serta kilat saling bersambar. 
Sesekali kutatapi layar hp yg tetap padam tanpa sedikit pemberitahuan. 

Tidak ada yg menarik selain novel yg lama sudah ku inginkan, membacanya dengan nyata bukan seprti biasanya membacany melalui layar kaca . 

Iyaa.. Novel Tere Liye berjudulkan Hujan. Lama sudah aku mendambanya dan aku mendapatkany d tahun ini, . 

Iya begitu menarik tuk dilanjutkan membaca setelah beberapa lamanya kuisttrahatkan ia, sampai hampir lupa rasanya berada dalam cerita. 

Lail, Esok adalah tokoh utama dalam cerita, kisahnya mengagumnkan, penuh tebakan, penuh perjuangan, bukan hanya tentng cinta, tapi perjuangan akan kemanusiaan, bukan karena berjumpa terus menerus rasa hadir, bukan krna tak berjumpa lantas ia tiada, bukan pula krna pergi ia tak akan kembali. 
Bukan pula karena kenangan ia tersiksa berat. 
Bukan karena melupakan ia akan kuat dan bahagia. "tapi menerima, maka ia akan melupakan dan hidup akan bahagia.

Betapa kisah mereka menyayat dan sesekali mata semabab menahan air yang akan melewati pipi syahdu. 
Kisah yang indah andai  kita bisa memahami makna, tak ada alasan untuk kita tak berbuat yang terbaik selagi kita bisa.. 

kunci dari setiap kehiduapan ini adalah 
" menerima, maka ia akan melupakan dan hidup akan bahagia" 

Hujan, Bagaimana ia dipertemukan dan melewati semuanya setelah hujan berhenti.. 

Sendiri Menyepi

Friday, May 31, 2019

Sendiri Menyepi..

Tenggelam dalam renungan

Ada apa aku seakan kujauh dari ketenangan

perlahan kucari, mengapa diriku hampa…

mungkin ada salah, mungkin ku tersesat,

mungkin dan mungkin lagi…

Oh Tuhan aku merasa

sendiri menyepi

ingin ku menangis, menyesali diri, mengapa terjadi

sampai kapan ku begini

resah tak bertepi

kembalikan aku pada cahayaMu yang sempat menyala

benderang di hidupku..

Perlahan kucari, mengapa diriku hampa

mungkin ada salah mungkin ku tersesat,

mungkin dan mungkin lagi

Oh Tuhan aku merasa..

sendiri menyepi…

Ingin ku menangis, menyesali diri, mengapa terjadi

sampai kapan ku begini

resah tak bertepi

kembalikan aku pada cahayaMu yang sempat menyala

Oh Tuhan aku merasaaaaaaaa……

seeeeendiri….aku merasa sendiri..

sampai kapan begini

resah tiada bertepi…Ooohh..

Kuingin cahyaMu

benderang di hidupku..


Album : Muhasabah Cinta
Sendiri Menyepi by Edcoustic


Qadarullah semua Rencana

Monday, May 27, 2019

Sudah brp banyak kita merencanakan semua yg terbaik dan terindah untuk kebahagiaan kita dalm versi keinginan kita..  ⁣⁣
⁣⁣
Sudah berapa banyak juga yg terwujud sesuai rencana kita dan berapa banyak juga yg gagal tak trlaksana sama sekali. ⁣⁣
⁣⁣
Bagi kita yg ikhlas menerima akan tetap bahagia dan biasa saja menjalani beberapa rencana yg blm sesuai kehendak kita. ⁣⁣
⁣⁣
Tapi, ⁣⁣
Bagi kita yg tak ikhlas menerima mungkin akan berat untuk bersikap biasa-biasa saja,  memang tidak mudah menerima yg tidak seauai harapan dan rencana kita.. ⁣⁣
⁣⁣
Namun berlarut di dalam ketidak terimaan adalh usaha sia-sia yg tak pernah ada makna dalam pencapaian kebahagiaan jiwa raga. ⁣⁣
Belajarlah menerima dan mengikhlaskan semua yg trjdi dan bersemangatlah kembali membuat rencana trbaik.. ⁣⁣
⁣⁣
Karena sejatinya, ⁣⁣
Kita tak pernah bisa memastikan semua berjalan sesuai rencana kita, tapi kita bisa terus berusaha mematangkan dan membuat rencana lainnya dan percaya yang terlaksana adalah rencana terbaik dari Alllah. ⁣⁣
⁣⁣
Semua Qadarullah ⁣⁣
⁣Bersyukurlah..  Alhamdulillah ⁣


#Day22
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#Bianglalahijrah ⁣

Auto Post Signature

Auto Post  Signature