Image Slider

Ke Lima (Sonata Air Mata)

Wednesday, September 25, 2019





Sonata Air Mata adalah buku kedua di tahun 2019 tepatnya di September 2019, dan buku ke - 5 (lima) dari 2013 hingga 2019. Buku Sonata Air Mata adalah antologi Puisi kedua bagi saya yang di bukukan,  buku ini merupakan kumpulan dari beberapa puisi penyair se-Indonesia dan salah satu puisi  saya lulus seleksi selama mengikuti Challange Puisi tema Air Mata dan di terbitkan oleh Mandala Penerbit.

Buku ini bisa di po di Mandala Pratama ig @mandalapenerbit.



Judul                 : Buku Sonata Air Mata
Penulis              : Devi Mufidah Syarif, Wikan Priambudi, Serly Widiasari, dkk (Marseli Junita)
Desain Sampul : Miyu Lopeeper
Penerbit            : Mandala Pratama (Jakarta, September 2019)
ISBN                : 978-623-7117-48-3

Ke Empat (Tak Sebaik Angkasa)

Monday, September 23, 2019

Bermacam-macam wajah dan hati di dunia ini.
Musuh bisa menjadi sahabat.
Sahabat bisa menjadi musuh.

Hati-hati, banyak orang jahat berkeliaran di sekeliling kita.
Bisa Jadi orang terdekat kitalah pelakunya.

Namun sesungguhnya, tidak ada orang yag benar-benar jahat dan tidak pula ada orang yang benar-benar baik.
Semua mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Lalu, bagaimana sikapmu jika kamu dijatuhkan oleh sahabat sendiri demi sebuah jabatan?

Bagaimana jika seorang sahabat menikungmu dari belakang?
Apa yang kamu lakukan?


Tak Sebaik Angkasa adalah buku pertama di tahun 2019 tepatnya di Agustus 2019, dan buku ke - 4 (empat) dari 2013 hingga 2019. Buku Tak Sebaik Angkasa adalah antologi Puisi pertama bagi saya yang di bukukan,  buku ini merupakan kumpulan dari beberapa puisi saya yang lulus seleksi menjadi yang terbaik selama 30 hari mengikuti challange berpusi bersama @sastaraindonesiaorg dan AE Publishing.

Buku ini bisa di po di AE Publishing.



Judul                 : Buku Tak Sebaik Angkasa
Penulis              : Karis Rosida, dkk (Marseli Junita)
Desain Sampul : Meiga Lettucia
Tata Letak        : Qolbiatull Ma'rifah
Penerbit            : AE Publishing (Malang, 3 Agustus 2019)
ISBN                : 978-623-7286-46-2

Riview Hayya The Power Of Love

Sunday, September 22, 2019


Hayya The Power Of Love Adalah salah satu film bernilaikan kemanusiaan yang berisikan cinta yang berharga dalam saling membantu dan menjaga.

Minggu sore, 22 September 2019 waktu yang tepat sesuai yang sudah direncanakan sejak beberapa hari lalu untuk menonton Hayya The Power Of  Love 2 The Movie.

Perasaan bersalah dan dosa di masa lalu, membuat salah satu tokoh utama dalam film ini yaitu Rahmat seorang jurnalis yang sedang belajar memahami arti tentang cinta serta keimanan membuat ia merasa perlu melakukan hal berbeda untuk proses berhijrahnya. Akhirny Rahmat menjadi relawan kemanusiaan di camp pengungsian perbatasan Palestina.

Pada saat bertugas ia bertemu dengan Hayya yaitu gadis lugu yatim piatu yang menjadi korban dalam konflik yang berkepanjangan tersebut. Kehadiran Hayya banyak membuat perubahan dalam diri rahmat, Hingga suatu hari Rahmat harus kembali ke Indonesia untuk mengurus dan melangsungkan pernikahan dengan wanita yang ia cintai yaitu Yasna. Rahmat tampak sedih berpisah dengan Hayya, Namum sesampai di Indonsesia ternyata Hayya menyelinap untuk ikut Rahmat. Ria ricis adalah pengasuh Hayya selama berada di Indonesia. Sikap Ricis dalam film ini sangat natural seperti adanya di tambah dengan adanya Hammas Syahid dalam film ini menambah seru dan lucu antara ricis dan Hamas . Konflik hayya di mulai sejak saat... (kelanjutannya silahkan nonntn langsung ya, di jamin gak rugi nontnnya)

Film ini mengandung banyak emosi meski konflik yang ditampilkan nampak sederhana tidak terlalu rumit sehingga sulit di tebak. Saat menonton film ini kita bisa tertawa, sedih, emosi juga ada dan tersentuh sampai menangispun bisa, benar-benar sampai emosi yang ingin di wujudkan ke penontonnya.

Banyak sekali alasanku tertarik untuk menonton Hayya The Movie :
1. Berlatarkan Jiwa Kemanusiaan dan Cinta Terhadap sesama Manusia dan membawa Palestina sebagai bukti nyata perlunya bantuan kemanusiaan dalam  peperangan tak berkesudahan.

2. Pemain dalam Movie ini adalah mereka yang benar-benar memiliki  kemampuan yang bagus.

3. Sebagai yang suka dengan karya Hammas Syahid tentu saja menonton film ini adalah obat dari kerinduan terhadap karyanya.

4. Pesan moral dan kemanusian yang ingin disampaikan pada film ini di tampilkan dengan sederhana

5. Sebagian hasil dari penanyangan film ini di donasikan untuk Palestina Tercinta

Terakhir kata yang terngiang-ngiang seteah menontn film ini yaitu
"Bukan cinta yang merusak kita, tapi kamu yang merusak cinta kita by, Yasna "

Hayya The Power of Love 2 Movie " Hanya perlu menjadi manusia untuk membantu sesama terutama Palestina"

#BlogChallangeSeptember

Hakikat Bahagia

Saturday, September 21, 2019



Potret bahagia adalah kita
Kita di masa lalu kala itu
Bersama menikmati hari yang sama
Bercerita sepanjang hari tak kenal waktu

Tersenyum, tertawa, bahagia
Bertengkar sedikit biasa saja
Merepotkan sudah tak langkah bagi kita
Potret-potret bahagia masa kita bersama

Lalu potret menyakitkan tiba
Tanpa pernah berbagi kisah yang sebenarnya
Datang tiba-tiba membawa maaf tak tahu rasa
Sudahlah alasan kita pernah bahagia
Menjadi penghapus segala salah untuk masa berikutnya

Bengkulu , 22 September 2019


Kebakaran Hutan Indonesia

Friday, September 20, 2019


Indonesia adalah negara dengan luas hutan tropis terbesar masuk ke dalam daftar dunia dengan keanekaragaman flora dan fauna yang beraneka ragam. Hutan yang menjadi paru-paru dunia ini sayangnya 3 bulan terakhir pada tahun 2019 ini adalah puncak terjadi kebakaran di Indonesia. Sejumlah Provinsi yang mengalami kebakarn lahan di antaranya adalah Provinsi Riau dan Provinsi Kalimantan.

Seluas 104.746 Ha lahan di Riau dan 1.291 Ha hutan di Kalimantan mengalami kebakaran lahan (sumber. detik. com).  Dampak kebakaran ini dirasakan juga oleh Provinsi Tetangga bahkan lebih parahnya dirasakan sampai ke Negara tetangga, Malaysia dan sekitarnya.

Kebakaran hutan ini berefek buruk bagi kesehatan tubuh warga sekitar lokasi bahkan ke seluruh provinsi dan negara  tetangga.  Seperti yang terjadi di Riau kebakaran lahan tersebut menimbulkan kabut asap yang cukup pekat di beberapa bulan terakhir dan sampai ke Bengkulu. Akibat dari kebaran hutan ini kesehatan warga menurun, udara menjadi buruk adalah dampak adanya kabut asap yang dihasilkan. Seluruh daerah yang terkena dampak sangat membutuhkan peralatan kesehatan untuk dapat bernafas lega, krisis masker adlah masalah utama untuk tetap menjaga kesehatan warga,

Kebakaran lahan ini berdampak buruk juga bagi aktivitas di luar ruangan.bantuan berupa masker, obat-obatan dan oksigen bersih sangat dibutuhkan di wilayah yang mengalami kebakaran dan terkena dampaknya.

Kebakaran ini  juga menyebabkan kabut asap yang tebal dan mengganggu jarak pandang selama keluar rumah. Semoga ada upayya dalam menjaga lahan dan hutan, dan diberikan solusi untuk para petani atau pihak yang tak bertanggung jawab dalam pembakaran lahan untuk menggarap lahannya sebagai tempat berusaha dan bekerja.

#BlogChallangeSeptember





Auto Post Signature

Auto Post  Signature