Image Slider

TIGO LUHAK MINANGKABAU NAN RANCAK

Rabu, 05 Desember 2018


Istano Basa Pagaruyung dengan Tigo Luhak (pic by me)

Siapa yang tak mengenal Bendera khas yang ada di setiap sudut Sumatera Barat ini.

Bendera dengan ciri khas 3 (tiga) warna ini, yaitu kuning, merah, dan hitam. Sejauh mata memandang selalu ada menghiasi wilayah perkantoran, serta daerah-daerah penting ataupun di setiap ada acara maka bendera ini akan selalu ada.

Ternyata bendera yang warnanya khas Sumatera Barat ini di sebut juga sebagai Marawa atau lambing yang artinya simbol mencerminkan tiga adat yang ada di ranah Minang. Ada juga Luhak namanya atau lebih dikenal dengan Luhak Nan Tigo yang memiliki arti sebuah ikatan dari ketiga adat yang ada di Tanah Minang yang tak bisa dipisahkan karena telah menyatu dalam satu kessatuan dari tiga nagari/ desa.

"tali tiga sebilin yang tidak bisa di pisahkan mencakup satu isyarat . isyaratnya, "adat basandi sara', sara' basanadi kitabbulah' arti dari tiga bendera, yang berdasarkan adat dan adat yang berdasarkan kitab suci " tutur Aciak  menjelaskan apa itu Luhak.

Luhak ini meliputi, Luhak Tanah Datar, Luha 50 Koto dan Luhak Agam.


Luhak Hitam yaitu simbol atau luha yang berasal atau menunjukan pemilikan 50  kota atau 50 Koto. Luhak ini mencakup wilayah  payahkumbuh, pangkalan, bangkinang, rantau baranit.luhak hitam ini memiliki makna kesabaran dan kesatuan antar kota.

Luhak agam yaitu luhak yang berwarna merah, warna merah ada juga artinya luhak agam panas buminya panas atau juga bisa diartikan wilayah yang memiliki keberanian dan semangat tinggi. Luhak ini dimiliki oleh Kabupaten Agam yang mencakup Padang, Pariaman, Bukit Tinggi.


Luhak kuning yaitu simbol untuk Tanah Datar atau Kabupaten Tanah Datar yang  mencakup daerah Solok, Batu Sangkar, Lintau Muara, Sejunjung dsn Damas Raya.
Damas Raya yaitu daerah atau nagari atau desa yang sangat terkenal yaitu merupaka tempat transmigrasi yang ada di daerah Minang pada masa itu.


Urutan Luhak di setiap wilayah berbeda, suatu nama daerah tersebut dapat diketahui dengan melihat warna luhak di bagaian pertama atau awal.

Team GenPI besrta peserta Festival Pesona Budaya MinangKabau dari Malaysia


Seperti gambar tersebut, dapat dilihat bahwa warna pertamanya adalah warnah kuning, itu menandakan bahwa Festival Pesona Minangkabau berlangsung di nagari Tanah Datar.


Dan begitu seterusnya kita dapat mengetahui sedang berada di daerah atau nagari mana kita melalui luhak yang terpasang di sekitar kita.

Luhak selalu di pasang di acara-acara atau tempat festival atau setiap tempat yang mengadakan acara dan juga perkantoran atau pemerintahan.


So, jadi gak bakal nyasar atau gak tau nama daerahnya lagi ya guys, kalo dah hapal dan paham arti dari warna-warna khas Minangkabau tersebut..

Luhak Minangkabau Rancak Bana.. 

Fashion Show Authentic Minangkabau

Jumat, 30 November 2018
Masih dalam serangkaian acara yang dilaksanakan pada Festival Pesona Budaya Minangkabau, Tepat tanggal 29 November 2018 di Hotel Emersia dilaksanakan Fashion Show Authentic Minangkabau.
sumber : Hijrah Adi


Menampilkan pakaian khas Minangkabau yang dikenakan oleh puluhan model berasal dari Minangkabau. Fashion show tersebut dihadiri oleh  Ratusan tamu dan undangan terdiri dari raja-raja se-nusantara dan perantau Minang. Semua yang menyaksikan termasuk Raja dan Perantau Tanah Datar terpukau menyaksikannya.

Pada Fashion show ini Riza Rozana selaku perancang busana asal Tanah Datar yang berkiprah di Sun Summit, Jakarta ingin menampilkan dan menyampaikan makna bahwa Perempuan Minang modern yang ideal adalah perempuan yang mengikuti perkembangan zaman, namun tetap memegang nilai-nilai perempuan Minang dalam menjalankan roda kehidupan.

Riza Rozana menyampaikan, dalam Fashion Show Authentic Minangkabau, para model memerankan perempuan yang ramah tamah, suka berdagang dan bersilaturrahmi.

"Perempuan Minang itu harus jadi perempuan jaman now yang tak meninggalkan budaya. Perempuan yang ada di Pasar Van Der Capellen, Kota Batusangkar adalah salah satu inspirasi saya dalam membuat karya ini, makanya properti dalam fashion show ini dibuat seperti suasana Pasar Van Der Capellen," ujar perempuan asli Tanah Datar yang karyanya sudah tampil di berbagai kota di Asia dan Eropa ini.

Terdapat  12 karya  yang ditampilkan pada acara malam itu, yaitu pakaian dengan kombinasi Songket Lintau dan Batik Pariangan. Karya ditampilkan dengan nuansa etnik dengan harapan memperkenalkan pakaian produk Tanah Datar yang sedang menggeliat.

Selain itu Ketua Dekranasda Tanah Datar, Emi Irdinansyah mengatakan, Fashion Show Authentic Minangkabau merupakan terobosan baru Disparpora Tanah Datar yang dilaksanakan dalam rangkaian Festival Pesona Budaya Minangkabau.

Kegiatan ini diharapkan  dapat membuat produk pakaian asli Tanah Datar lebih dikenal dan membuat perekonomian Tanah Datar menjadi meningkat. "Tanah Datar tak punya sumber daya alam, namun kerajinan dan pakaian khas Tanah Datar dikenal dan terjual, maka akan membuat perekonomian meningkat," ujar Emi Irdinansyah.

Wakil Bupati Tanah Datar, Zuldafri Dharma juga mengatakan, hari ini telah lahir produk khas Tanah Datar, seperti songket Lintau dan Batik Pariangan. Diharapkan perantau dan undangan yang hadir ikut membantu mempromosikan produk  ini.


Pada Fashion Show Authentic Minangkabau  juga ditampilkan desain karya Upik Bintang dan Johan Kurniawan.

Upik Bintang membawakan karya dengan desain sulam samek yang merupakan spesialisasi peremouan asal Sungayang, Tanah Datar.

Masih banyak rangkaian acara yang akan diadakan pada Festival Pesona Budaya Minangkabau diantaranya  "Ada Pagaruyung Expo, Fashion Show Authentic Minangkabau, Minangkabau Bike, Pasar Van Der Capellen, dan berbagai kegiatan lainnya" ujar Hijrah Adi.

So, jangan sampai ketinggalan untuk menyaksikan event lainnya..
Masih ada 2 hari lagi dari sekarang..

Mari sukseskan dan kenalan serta ramaikan Pesona Budaya Minangkabau baik melalui media sosial maupun langsung ke lokasi menyaksikan berbagai rangkaian acaranya..

Jika yang jauh aja mendekat untuk menyaksikan, ayook yang dekat segera merapat jangan mau ketinggalan salah satu event  dari 100 Wonderful events dalam Calender Of Events  (CEO) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia tahun ini.




Kirab Prajurit Festival Keraton Nusantara ke XII

Beberapa Raja dan Permaisuri yang menghadiri Kirab Prajuti

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Festival  Pesona Budaya Minang Kabau bersamaan dengan Festival Keraton Nusantara ke XII telah di buka sejak Tanggal 28 November 2018 yang lalu. Hari ini adalah penampilan atau pelakasanaan Kirab Prajurit Festival Keraton se nusantara yang dihadiri oleh beberapa raja beserta permaisurinya , serta di hadiri oleh negara tetangga yaitu Malaysia dan Berunai Darussalam. 


Festival Keraton Nusantara ini telah dilaksanakan sejak tahun 2006 dan telah menjadi salah satu event pariwisata nasional dan untuk festival yang ke XII ini dilaksanakan di Minangkabau bertepatan dengan hari ini dihadiri oleh beberapa Raja Nusantara diantaranya yaitu Raja Sumedang, Raja Riau,  Daerah Istimewa Yogjakaarta (DIY) dan masih banyak lainnya. 


Pada Kirab Prajurit ini  terdapat penampilan pencak silat dari peserta berasal dari Tanah Datar dihadapan Raja dan Permaisuri serta tamu undangan dan juga penonton.


Tampak antusias penonton menyaksikan kirab Prajurit dengan mengabadikan beberapa momen terbaik.

Festival Keraton Nusantara ini  dimaksudkan untuk memperkenalkan serta menarik minat penonton ataupun wisatawan untuk lebih mengenal keraton yang ada di Nusantara beserta budaya-budayanya dan kesenian masing-masing keraton serta bertujuan untuk menjalin silahtuurahmi antara Raja keraton yang ada di Nusantara maupun Negara Tetangga..

Kirab berlangsung cukup meriah dan menarik untuk disaksikan..



1.125 Dulang Pada Festival Pesona Budaya Minang Kabau

Kamis, 29 November 2018
Festival Pesona Budaya Minang Kabau bersamaan Festival Keraton Nusantara XII, telah resmi di buka pada 28 November 2018 di meriahkan dengan 1.125 Dulang yang berasal dari 75 Nagari yang ada di Minangkabau.

Banyaknyaaa ribuan dulang menambah keseruan dan ketakjuban terhadap budaya MinangKabau.

Dulang? apa sih itu dulang??
Dari apa di buatnya? apa aja isi dulang?? 
Ayook semangat lanjutin baca agar lebih mengenal tentang Dulang dan Minangkabau pada Festivalnya tahun ini.. 

Dulang dibawa oleh Bundo Kanduang

 Dulang adalah suatu tempat yang digunakan untuk memikul atau meletakkan beberapa makanan di dalamnya. Dulang berbentuk bulat dan cembung.

Menurut Ketua Kerapatan adat Nagari Batu Bulek yaitu F Datu. Rajo Tenghulu, Penutup Dulang memiliki motif beragam namun hampir sama yaitu berupa pucuk rebung yang memiliki arti tumbuh ke atas dan bermanfaat untuk semua . Rebung merupakan Tunas Bambu yang bisa dimanfaatkan dan bentuknya tumbuh ke atas dan apabila sudah menjadi bambu maka bambunya dapat di manfaatkan, semuanya bisa di manfaatkan dan bermanfaat.

Warna yang digunakan untuk Penutup dulang juga beragam ada perpaduan warna merah,kuning,hitam dan warna lainnya, namun warna yang menjadi khas Minang adalah Merah, Kuning, dan Hitam , warna tersebut adalah warna yang memiliki makna berarti di Tanah Minang ini.

Tutup dulang warna hitam merupakan simbol bahwa dulang terseut berasal dari  Kab. 50 Koto yang terdiri dari wilayah atau nagari yang ada di Payakumbuh, Pangkalan, Bakinan, Rantau Baranit dan wilayah lainnya yang mencakup Kab. 50 Koto. 

Tutup dulang warna merah merupakan simbol Kab. Agam meliputi nagari Padang, Pariaman, Bukit Tinggi, sedangkan warna kuning berasal dari Kab. Tanah Datar mencakup Solok, Batu Sangkar, Muaro Sijunjuang, Damas Raya dan lainnya..

Perbedaan tutup dulang dissampaikan oleh salah satu warga lokal yaitu uda Aciak.

Dulang berisi 2 protein yaitu baik berupa daging rendang,ayam goreng dan lainnya, ditambah sayur, kerupuk, sambal serta di tambah buah sebagai pelengkap. Isi dari dulang bisa berbeda-beda bisa juga sama, namun biasanya berbeda karena setiap dulang yang di bawa menyajikan makanan khas masing-masing nagari. 

Dalam festival ini  dulang di bawa oleh 75 nagari dengan masing-masing nagari membawa 15 dulang  maka total keseluruhan dulang yaitu sebanyak 1.125 dulang. 



Dulang Pariaman

Ibu Marliana yang merupakan Ketua Bundo Kandung Nagari Paninjaian Kecamatan 10 Koto mengatakan bahwa "Dulang di bawa oleh Bundo Kanduang, dengan menggunakan baju atasan hitam dan Rok kain yang menjadi ciri khas biasanya dengan motif Rebung "

Dulang dimakan untuk makan jamba dengan satu dulang 4 orang yang makan .

Makan Jamba aadalah makan bersama .

Masih banyak kegiatan dan keseruan lainnya yang ada di Festival Pesona Minangkabau, jangan sampai ketinggalan ya..


Pembukaan Festival Pagaruyung

Rabu, 28 November 2018



Festival Pesona Budaya Minangkabau 2018 atau yang lebih dikenal Festival Pagaruyung dan Festival Keraton Nusantara  XII telah resmi di buka pada hari ini Rabu, tanggal 28 November 2018 bertempat di Istano Basa Pagaruyung .  Festival ini resmi di buka oleh Gubernur Sumatera Barat yaitu Prof. Dr. H. Irwan Prayitno,SPsi, MSc.

Bupati Tanah Datar
Sebelumnya Bupati Tanah Datar yaitu Drs. H. Irdinansyah Tarmizi mengemukakan bahwa "Festival Pesona Budaya Minangkabau 2018 ini  bersamaan dengan Festival Keraton Nusantara XII, Festival ini di ikuti oleh beberapa negara tetangga yaitu Negara Malaysia dan Brunei Darussalam serta di ikuti oleh raja dan permaisuri se keraton Nusantara".


Gubernur, Bupati beserta jajarannya dengan di dampingi Beberapa raja beserta permaisuri se Keraton Nusantara

Festival ini merupaka acara ke tiga kalinya sejak tahun 2016 lalu pertama kali di laksanakan, Festival ini sudah di akui Kementerian Pariwisata dan masuk dalam daftar sebagai salah satu dari 100 Wonderful events dalam Calender Of Events Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. 

 Tujuan dilaksanakannya festival ini adalah "menjalin silahturahmi dan memperkuat NKRI, serta dalam rangka upaya mempromosikan pariwisata dan budaya yang ada di Tanah Datar" ujar Bupati Tanah Datar.


Pembukaan festival budaya hari ini di buka dengan Tari Persembahan dan Tari Piring khas Sumatera Barat serta juga dimeriahkan oleh tari kolosal berjudul 'Manyulam Kain Jolong' produksi Sigma Dance Theatre Indonesia dan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanah Datar.

Tari Piring


Tari Kolosal Manyulam Kain Jolong

.
Selain itu, arakan 1.125 dulang untuk makan bajamba berisikan aneka kuliner tradisional khas Ranah Minang dan pawai budaya juga melengkapi acara pembukaan pada hari ini.



Pada Pembukaan Festival Pesona Budaya Minangkabau hari ini juga ada pemecahan rekor MURI, Minum Kawa Daun terbanyak. Pemkab Tanah Datar telah menyiapkan 4000 tempurung kawa daun untuk diminum pada hari ini .

Serangkaian Acara Pembukaan Selesai sekitar pukul 15.00 WIB dan acara selanjutnya dilaksanakan pada malam hari yaitu berupa Penampilan Kesenian Festival Keraton Nusantara (FKN) XII
Keraton Surakarta Hadiningrat


Sejak dilaksanakannya festival atau acara yang serupa pada  tahun 2016 lalu pengunjung atau wisatawan bertambah dari tahun ke tahun mengunjungi berbagai wisata dan destinasi sejarah maupun kuliner yang ada di Tanah datar, Minang Kabau ini dan Istano Basa Pagaruyung terus menjadi ramai.









Auto Post Signature

Auto Post  Signature