Image Slider

Oktober dan Aku

Sunday, October 17, 2021

 Bengkulu, 17 Oktober 2021

Bahagia itu sederhana, sesederhana mendengarkan titik hujan yang terus berjatuhan dari langit. Seirama meski tak tahu nada, sesekali tinggi suaranya dan sesekali juga merendah lebih serunya lagi tiba-tiba berhenti terus malah turun dan berbunyi lagi. Bahagia sesederhana itu tidak tertebak tiba-tiba bisa aja bahagia. 

Berbeda lagi dengan kesedihan, sedih itu tidak sederhana ia sangat rumit datangnya tak terduga sekali datang hilangnya butuh waktu. Seperti banjir sekali datang merepotkan lalu perlahan juga surut, rumitkan. Ya begitulah kehidupan, ada yang sederhana maka ada pula yang rumit. Adil. Allah maha adil menciptakan semuanya secara adil, berpasang-pasangan, kita tidak bisa memilih untuk selalu bahagia sebab semua itu harus ada temannya agar dapat dirasa betapa bermaknanya salah satu dari antaranya yang hilang ataupun datang.

17 Oktober 2021, hujan mengguyur dengan kuantitasnya yang sedang, turun seirama intensitas ringan nampaknya akan aman untuk tidur malam yang nyenyak tanpa harus memusingkan apakah besok aman atau malah merepotkan. Oktober kali ini berbeda meskipun sama-sama Oktober, ya bagaimapun Oktober sealalu memberikan kesan yang sulit dilupakan. Mulai dari putusnya sebuah hubungan, ditinggal dan meninggalkan, surprise undangan, pingsan usai apel malam, diberitahukan berita yang tak mengenakan, pupus sudah salah satu yang diharapkan. Ya begitulah kira-kira Oktober berlangsung sejak 2010 dan mulai 2018 semua terulang lagi dengan beragam kisah pilu yang berbeda betapa pedihnya Oktober berlalu.  Hanya Oktober 2011 s/d 2017 yang sepertinya aman tidak banyak hal mengejutkan, setelahnya semua berulang. Aku juga heran mengapa demikian. Setidaknya takdir Allah adalah yang terbaik untuk setiap hambanya begitulah yang selalu aku ingat dan menenangkan.


Oktober kali ini rasanya berbeda ada sesuatu yang penuh harap sedang digarap, sebuah novel pertama yang terbit, sebuah hobi lama yang bangkit, sebuah rencana yang sedang direncanakan dan menemukan rekannya agar terlaksana dengan baik. Hari ini juga sebuah prestasi membanggakan dimana tim Indonesia akhirnya berhasil meraih piala Thomas setelah 19 tahun penantian dan perjuangan meraihnya kembali. 

Satu pelajaran yang penting dari tontonan tim Indonesia malam iini adalah setiap perjuangan yang difokuskan dan diniatkan serta diyakini akan selalu menemukan jalannya untuk diraih.

Semoga setelah Oktober berlalu banyak hal baik yang terjadi, sebuah rahasia yang tak lagi rahasia sebuah kisah yang segera dijalani bersama tidak lagi sendiri saja.

Semoga setiap doa segera terijabah aamiin


Auto Post Signature

Auto Post  Signature