Image Slider

Tulisan Juni Terspesial

Senin, 25 Juni 2018
Bengkulu, 11 Juni 2018.

Pertama-tama dan yang paling utama ku ucapkan rasa syukur kepada Allah SubhanaWataala. yang telah mengizinkan aku bernafas, hidup dan bebas melakukan apapun yang baik selama hidup ini. TanpaNYA aku bukanlah apa-apa, tanpaNYA aku bukanlah siapa-siapa dan TanpaNYA aku tak akan mampu karena ALLAH lah pencipta aku beserta alam semesta dan seisinya. Allhamdulillah.

Sholawat beriring salam tak lupa jua kusampaikan kepada Rasullullah Salaulah hualaihi wasalam "Allahhuma sholi ala Muhammad wa ala alihi Muhammad" yang telah berjuang dan berkorban melawan kelamnya zaman jahliyah, sehingga aku bisa merasakan zaman yang penuh dengan kecanggihan dan kecerdasaan seperti yang aku rasakan sampai saat ini hingga nanti.

Terima kasih yang tak terhingga untuk ayah, ibu, adik dan semua keluarga besar serta teman, sahabat rekan sekalian yang telah mewarnai seperempat abad ini dengan penuh rasa nano-nano, semoga selamanya dan kita berjumpa kembali di SyurgaNya aamiin ya Allah.

Untuk Juni yang ke 25 kali di dalam hidup ini  banyak terima kasih kuucapkan , banyak syukur yang ku lantunkan, banyak doa yang ku riuhkan dan  beberapa penyesalan yangku ingin hapuskan.

11 Juni 2018, tepat seperempat abad lamanya aku diberikan kesempatan menjalani hidup ini dengan begitu banyak yang telah kulalui, dengan begitu banyak rasa-rasa yang hampir ada yang  tak berasa, dengan begitu banyak pengharapan serta perjuangan serta keberhasilan yang didampingi beberapa kegagalan.
Kehidupan ini benar-benar pilihan yang penuh dengan perjuangan, ketika aku memilih maka banyak hal yang akan aku perjuangkan dan banyak hal yang masih rahasia yang menjadi teka teki penuh rasa.

Seperempat abad lamanya aku menjalani kehidupan ini, entah berapa banyak dosa yang dilakukan, entah berapa banyak hati yang terluka, entah berapa banyak kata yang menyakiti, aku tak pernah tahu nominalnya. semoga Allah limpahkan ampunan dan menerima tobatku,

Seperempat abad lamanya aku telah mencapai beberapa yang menjadi target, dan beberapa halpun yang tak bisa kucapai karena hanya Allah yang memiliki rencana terbaik daripada rencanaku, hanya Allah yang mengetahui kapan waktu yang terbaik bagi rencanaku dan kapan rencanaku bisa tepat dengan rencanaNYA. Sungguh ALLAH maha baik, Memiliki segalanya, Mengetahui semuanya.

 Hanya Pada Allah aku meminta,
Hanya Allahlah yang mampu mengabulkan segala permintaan setiap hamba.

Seperempat abad lamanya, 11 Juni 1993 genap sudah 25 Tahun umurku, sungguh ini hari bahagia sekaligus hari sedih, karena hari ini aku mengulang kembali kebahagiaan di hari lahirku dimana semua orang 25 tahun yang lalu menyambutku penuh suka cita, do'a dan kebahagiaan, dan sedihku adalah berkuranglah sisa umurku, entah berapa tahun lagi lamanya aku hidup  di dunia ini, sungguh aku tak tahu dan tiada satupun manusia yang tahu. Aku tak tahu janji-janji yang telah tertulis di Lauhful-Mahfus. semoga di sisa umur ini aku bisa terus menjadi yang lebih baik, dan membawa kebaikan kedepannya, serta terus menjadi yang bermanfaat bagi orang lain, semoga selalu berteman dengan orang-orang yang baik, yang tulus, yang berani menegur di saat salah,  yang berani memarahi di kala bandel, yang menasehati dengan lembut, yang dengan setia menjadi yang terbaik, dan bersedia menjadi teman hidup. eh :D  ups :D


Seperempat abad telah berlalu masih banyak bab lainnya yang masih menunggu tuk dibuka dan dituliskan penuh kisah serta dijalani penuh makna.  semoga makin baik lagi, lagi dan lagi ke depannya aamiin...

jangan so seriously membacanya, cuma sedikt berbagi tentang sseperempat abadku kepada pembaca yang dengan ikhlas hati membaca ini, menghabiskan banyak waktu tuk membacanya, kuucapkan te ri ma ka sih,, :) ^_^ 😊

sesekali bisa tinggalkan comment untuk tulisan yang spesial ini,,
silahkan klik comment di bawah tulisan ini ya ..
makasih ya πŸ’•


Dibalik Gelapnya Mendung




Mendung itu mencemaskan,
Mendung itu penuh dag dig dug,
Mendung itu menakutkan,
Menakutkan apabila sedang berada dekat dengannya,
Bagaimana tidak ia mengahdirkan teman-temannya yang terlihat tak begitu indah.  Gumpalan awan hitam,  gelapnya sinaran,  angin dingin menusuk tulang serta sedikit kilat dengan sesekali petir menyambar.

Bagaimana tidak setiap org yg sedang berada di dekatnya merasa ketakutan, cemas dan penuh harap serta doa meminta keselamatan serta memohon untuk ia segera pergi..

Mendung seburuk itukah setiap orang memandangnya..
Setakut itu orng mendekatinya,
Ya,  karena ia memberikan seitu adanya.

Padahal andai kita bsa menikmatinya mungkin saja bisa lebih indah,  atau setidaknya mungkin bisa lebih nikmat,  meski tak bisa seutuhnya..

Masih ada kebahagiaan di dalam suramnya cuaca,  andai kita mampu menikmtinya.  Seperti mandi di laut yang begitu indah lalu mendadak langit suram dan mendung hadir tapi kebahagiaan tak lantas pergi begitu saja..  Bahagia bukan?  Nikmatkan.  Apabila kita mampu.

Meski sulit, mungkin berat,  cobalah, cobalah sekali, bila sudah mampu sekali maka lakukanlah berkali-kali agar nikmat bahagia meski sedang berada dalam mendung dan gelapnya cuaca,  entah itu cuaca hari,  atau bahkan cuaca hati..
EhπŸ˜†πŸ˜…

Berpisah atau Terpisah, Perpisahan

Sabtu, 23 Juni 2018

Bertemu lalu berpisah,  bukanlah hal baru yang kita temui,  karena semua pasti tahu setelah pertemuan akan ada perpisahan.
Jangan tanya rasanya karena bulanpun tahu rasanya bertemu lalu berpisah dengan bumi ketika gerhana.

Apalagi manusia,  pasti tahu jelas bagaimana rasanya bertemu lalu berpisah,  bahagia berjumpa di awal,  sedih bertemu di awal bahkan menyedihkan berpisah ketika di akhr ataupun bahagia berpisah.  Aku tak perlu menjelaskannya karena kamu lebih paham rasanya.  Bertemu lalu berpisah antar sesama manusia.

Begitupun dengan Ramadhan,
Siapa yang tak mengenalnya,
Setiap muslim mengenalnya,
Bahkan non muslimpun mengenalnya,

Ramadhan bulan mulia, bulan turunnya Al-Qur'an, bulan penuh limpahan pahala berlipat ganda,  bulan penuh ampunan, Ramadhan nur kareem,  dan masih banyak kemuliaan Ramadhan yang lainnya.
Tidak ada satu manusiapun yang beriman yang tidak bersemangat menjemputnya dan pasti bersedih berpisah dengannya.

Ramdahan tidak lama hanya sebulan waktunya,  di awal mungkin sedikit berat mengawalinya untuk puasa di hari pertama namun semangat membara di waktu pagi tuk sahur.
Satu hari berlalu tidak terasa, dua,tiga hari ia terus terasa,  terasa waktu berpisahkan tiba.
Pertengahan Ramadhan mulai berkurang yang tarawih d masjid,  jadwal buka bareng tidak ada habis-habisnya, sampai lelah tuk menghadiri,  dan menolak tuk mengikuti menjadi pilihan untuk berkumpul bersama keluarga.

Terakhir Ramadhan mulai sibuk membuat kue, pernak pernik perlengkapan menyambut Lebaran Idul Fitri dan bersiap berpisah kepada Ramadhan.

Di hari,  detik-detik berpisah telah terdengar lantunan takbir tasbih dan tahmid sebagai pelepas salam perpisahan dan kemenangan selama Ramadhan tiba.

Semoga ini menjadi Ramadhan terbaik kita,  dan apabila kita belum merasakan ini yg terbaik semoga masih ada kesempatan tuk kita memperbaiki di Ramadham berikutnya. 😊

Untuk Ramadhan yangkan pergi, berlalu tanpa tunggu,, ucapkan salam meski kitakan berpisah,
Ucapkan salam meski kitakan lama berjumpa,
Ucapkan terima kasih telah datang lalu pergi,
Ucapkan rindu sebelum lamakan jumpa lagi,
Karena yang mulia perginya tuk kembali, 😊

Selamat jalan Ramadhan kareem 😊 terima kasih telah bersama penuh berkah segudang pahala.
Semoga kitakan berjumpa kembali.
Bulan mulia, bulan spesial, the only one.
Semoga kita berjumpa dengan suasana yg telah berbeda nantinya,  dengan masa yg lbh baik tak lagi sama aamiin πŸ˜‡πŸ˜‡

Teman Bahagia

Rabu, 06 Juni 2018



Teman bahagia, teman hidup, dan inginku teman sesyurga ^_^

Silahturahmi 10 Tahunan





Bengkulu, 1 Juni 2018

Hi June.. Aslmualaikum juni, di sambut dengan silahtirahmi yang indah d awal bulan yg indah bersama mereka yang Kurang lebih 10tahunan lamanya kita bersama dalam kebersamaan yang luar biasa kenangannya dan sampai saat ini semua masih berjalan melanjutkan kisah kita yang tak usang zaman, tak lekang waktu dan tak terusik pilu😊😊 . . 
Aku mengenal mereka bukan satu dua hari, bukan satu dua tahun bukan pula satu dua jam πŸ˜… aku mengenal mereka lebih dari itu semua. Banyak hal yang berat, ringan, suka, duka, nano-nano komplit rasanya sudah semua di rasakan😊

Alhamdulillah ya Allah.

Tak pernah kusangka akan begini awetnya bersama mereka, 
10tahun telah berlalu kini kita telah memiliki kehidupan masing-masing, satu per satu melangkah menuju gerbang-gerbang Penyempurnaan separuh agama yaitu menikah, 😊 satu per satu juga berubah menjadi lebih baik, satu ped satu mulai sibuk dengan urusan masing-masing, 
Tapi siapa sangka kita tetap bisa kumpul dan saling silahturahmi meski akuny suka terlambat datang πŸ˜… hampir menjadi orang terakhir yg hadir, semua beralasan πŸ˜‚πŸ˜‚ yang penting kita tetap kumpul πŸ˜†

Dan hari ini adalah awal pertemuan kembali kita setelah beberapa waktu tak bersua. Meski tetap blm komplit karena jarak dan hal lainnya yg menyebabkan berhalangan hadir. 
Kita semua rindu kalian πŸ˜‚

Semoga kita selalu bisa bersilahturahmi agar di luaskan rezeki dan di panjangkan umurny, seperti hadist ini. Aaamiin πŸ˜‡πŸ˜‡ Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah saw bersabda : “ barangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya ( kebaikannya ) maka bersilaturahmilah. ( HR. Al-Bukhari )

#ramadhanbercerita#ramadhanberceritaday17
@ramadhanbercerita 
17 Ramadhan 1439H
#kitapernahsatukelas #kitatakterpisahkan#aiiseli

Auto Post Signature

Auto Post  Signature