Takziah

Selasa, 24 Juli 2018

Bengkulu, 23 Juli 2018

Kala itu mentari bersinar penuh semangat mengawali harinya. sungguh cerah seperti tak akan pernah ada mendung yang akan mengganggunya. Semua beraktivitas dengan baik, hingga sore bahkan senja tiba tak ada satupun awan hitam bahkan angin-angin mendung yang membawa rintik-rintik hujan. Sungguh bahagia menjalankan semua aktivitas lancar jaya tanpa satu hambatan sedikitpun. Alhamdulillah adalah satu kata yang sudah wajib menjadi ucapan syukur untuk semua yang telah berlangsung hari ini, esok dan yang akan datang.

Sampai pada saatnya, senja telah berpamitan, malam telah menyapa. Siapa mengira malam akan tetap sama dengan siang semua lancar dan akan dilewati dengan mudah. Bak tersambar petir berita duka tiba dengan begitu cepatnya tanpa basa basi. Ia menyapa bukan seperti biasa, bahkan menurutku itu bukanlah sebuah sapaan melainkan sebuah kekagetan yang tak bisa di sembunyikan.

kukira ini adalah malam pertama takziah, ternyata aku salah, ini adalah malam ketiga. Malam ketiga setelah kepergiannya untuk selamanya, Alm. Om Ipung semoga tenang disana dan ditempatkan disisi terbaik Allah, Allah huma firlahuu warhamhu waafihii wafuanhu. Malam ketiga penuh duka, rumah duka masih ramai di datangi sanak kerabat yang mengenal beliau, saudaranya bahkan seluruh keluarga. Malam ini takziah diselenggarakan oleh banyak pihak, dihadiri PLT Gubernur, Wakil Walikota terpilih, relawan muda, serta kerabat lainnya.

Ceramah di isi oleh ustd.muda dengan pembawaan materi dengan santai namun penuh makna dan menyampaikan pesan pas tanpa berbelit - belit.

inti ceramahnya :

" "Masalah,  musibah, ujian" setiap manusia, setiap kita memiliki masalah, musibah,ujian dalam hidupnya, hanya saja masalah kita tak sama, dan berbeda cara menyikapinya. Ada yang di uji kehilangan, ada yang di uji karena harta, ada yang di uji karena pasangan, dan ada yang di uji karena anak, orang tua bahkan kerabat terdekat serta tetangganya.

Hanya setiap orang berbeda sikap dan cara mengatasinya.

Pandai-pandailah bersikap, pandai-pandailah menyelesaikannya, dan selalu libatkan Allah sebagi penolong, serta bersabarlah dan solat. "

Malam mulai pekat, angin mulai menusuk tulang tanda waktu telah hampir tengah malam, ceramah di tutup dengan do'a dan takziah selesai..

Post Comment

Auto Post Signature

Auto Post  Signature